Modus Penipuan Perbankan

By Khairani, S.Kom in Peringatan Keamanan

Peringatan Keamanan
Serangan phishing pada nasabah bank sering dilakukan dengan modus penipu berpura-pura menjadi bank dan mengirim pesan palsu yang meminta data pribadi atau keuangan nasabah. Biasanya korban akan terkecoh dan memberikan info sensitifnya, sehingga penipu dapat mencuri uang atau data pribadi milik korban. Penipu biasa melancarkan aksinya melalui pesan palsu, seperti email, Pesan WhatsApp, atau SMS. Tujuan dari penyerangan ini adalah untuk memperoleh informasi pribadi, seperti kata sandi atau nomor kartu kredit, dengan mengarahkan nasabah ke situs palsu yang tampak sah.
Berikut merupakan contoh pesan phishing penipuan perbankan : 
  • Penipu  mengirimkan informasi melalui akun WhatsApp dengan menyertakan lampiran seolah-olah resmi untuk meyakinkan nasabah bahwa pesan tersebut berasal dari pengirim yang sah dan menyertakan tautan yang mengarah ke halaman phishing
  • Setelah nasabah memasukkan nomor telepon serta memilih tarif yang ditawarkan.
  • Penipu kemudian akan meminta informasi mengenai alamat email serta password dari alamat email milik nasabah tersebut. 
  • Informasi terakhir yang diminta penipu, yaitu PIN ATM dari nasabah. 
  • Setelah memasukkan seluruh informasi, maka penipu akan mengarahkan nasabah ke akun WhatsApp bisnis milik penipu kembali. 
Dampak dari serangan ini bisa sangat merugikan, karena penipu dapat mengakses akun nasabah dan mencuri dana atau data pribadi yang penting.
Back to Posts